Proposal PKL Manajemen Produksi Sapi Peranakan Ongole (hc: Dessy Dona Dinata)

LATAR BELAKANG

Sapi potong merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki potensi cukup besar sebagai ternak penghasil daging dan menjadi prioritas dalam pembangunan peternakan. Namun pertumbuhan populasi sapi secara nasional tidak mampu mengimbangi jumlah pemotongan, sehingga kebutuhan daging sapi tidak dapat tercukupi. Besarnya peluang pengembangan usaha ternak sapi potong menjadikan usaha ini sebagai salah satu pilihan utama dalam usaha di bidang peternakan.

Keberhasilan usaha peternakan sangat dipengaruhi oleh aspek pemuliabiakan (breed), pakan (feed), dan pengelolaan (management). Upaya pengembangan populasi sapi untuk memenuhi konsumsi daging sapi dapat dilaksanakan dengan cara pemilihan bibit unggul dan manajemen yang baik. Manajemen produksi sapi potong yang mencakup usaha penggemukan sapi dari hulu hingga ke hilir meliputi pemilihan bakalan, manajemen penggemukan, manajemen pemberian pakan, manajemen pemeliharaan, manajemen perkandangan, manajemen sanitasi dan pencegahan penyakit hingga panen dan pemasaran. Pakan yang baik adalah yang mengandung nutrien yang memadai kualitas dan kuantitasnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan ternak dan dapat menunjang keberhasilan usaha peternakan.

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan dari Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk mengkaji manajemen produksi sapi potong yang diterapkan di PT Prisma Mahesa Unggul, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Manfaat yang diperoleh adalah mahasiswa memperoleh tambahan informasi, pengetahuan, dan pengalaman mengenai manajemen produksi sapi potong. Selain itu, melalui Praktek Kerja Lapangan mahasiswa dapat membandingkan antara teori dan pustaka yang diperoleh dibangku perkuliahan dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan.

 

TINJAUAN PUSTAKA

 

Sapi Peranakan Ongole 

Sapi Peranakan Ongole merupakan persilangan sapi ongole jantan murnidengan sapi betina Jawa (Murtidjo, 1990). Sapi peranakan ongole mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: warna kelabu kehitam-hitaman pada bagian kepala, leher dan lutut berwarna gelap sampai hitam, bertanduk pendek, bobot badan sapi PO mencapai 430 – 500 kg pada sapi jantan dan 320 – 400 kg pada sapi betina (Hardjosubroto, 1994). Pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi Peranakan Ongole sebesar 0,4 – 0,8 kg (Aziz, 1993).

Pemilihan Bakalan

Parameter standar untuk seleksi sapi bakalan mencakup kualitas dan kuantitas sapi yang dapat dievaluasi dengan penilaian dan pengamatan tubuh sapi bagian luar (Sugeng, 1998). Bakalan yang akan digemukkan sangat mempengaruhi keberhasilan penggemukan sapi. Kriteria pemilihan bakalan: berasal dari induk yang memiliki potensi genetik yang baik, bakalan agak kurus, umur bakalan 2 – 2,5 tahun, sehat dan tidak mengidap penyakit, serta bentuk tubuh yang proporsional (Rianto dan Purbowati, 2011). Bobot badan sapi PO bakalan yang adalah 250 – 350 kg dengan pertambahan bobot badan 0,6-0,8 kg/hari dan bobot jual 584 – 600 kg (Fikar dan Ruhyadi, 2010). 

Penggemukan Sapi

Penggemukan sapi adalah usaha memacu pertumbuhan sapi untk mencapai peningkatan bobot badan pada fase pertumbuhan yang tepat (Yulianto dan Saparinto, 2010). Sistem penggemukan terdiri dari tiga macam, yaitu dry lot fattening, pasture fattening, dan kombinasi antara keduanya (Siregar, 2008).

Penggemukan dry lot fattening diperuntukkan bagi sapi berumur 1 tahun dan lamanya penggemukan sekitar 4-6 bulan dengan pemberian biji-bijian atau kacang-kacangan. Penggemukan pasture fattening yaitu sapi yang digembalakan di padang penggembalaan. Kombinasi pasturedry lot fattening dilakukan di daerah tropis dengan cara pada saat musim penghujan ternak dilepas di padang penggembalaan dan pada saat musim kemarau ternak dikandangkan dan diberi makanan biji-bijian dan hay (Murtidjo, 1990). Hasil akhir ternak sapi potong adalah sapi yang gemuk dan dapat menghasilkan karkas sebesar 59% dari bobot tubuh dan recahan sebanyak 46,5%. Waktu yang dibutuhkan untuk pembesaran sapi tergantung target akhir dari bobot sapi yang ditentukan dan bakalan sapi yang dibesarkan (Yulianto dan Saparinto, 2010).

Pertambahan bobot harian sapi PO menurut Amini (1998) adalah 0,52 kg/hari yang diberi ransum jerami dan konsentrat sebesar 61% dari seluruh ransum. Menurut Sumadi et al. (1991) PBBH sapi PO sebesar 0,70 kg pada pemeliharaan secara intensif dengan yang diberi pakan konsentrat sebanyak 85% dari total ransum.         

Pakan

Pakan sapi potong merupakan salah satu unsur yang sangat penting untuk menunjang produktivitas ternak. Bahan pakan ternak dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu hijauan dan konsentrat (Williamson dan Payne, 1993). Sapi memerlukan sebanyak 10% berat basah pakan atau 3% berat kering pakan dari bobot badan sapi perhari (Fikar dan Ruhyadi, 2010).

Semakin baik kualitas hijauan maka semakin sedikit persentase konsentrat yang digunakan. Jenis pakan yang pertama diberikan adalah konsentrat untuk menyuplai makanan bagi mikroba rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk ke dalam rumen, mikroba rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan (Abidin, 2008). Pada penggemukan sapi secara intensif, konsentrat diberikan dalam jumlah besar yaitu antara 60 – 80% dan hijauan 20 – 40% (Blakely dan Bade, 1994; NRC, 1996; Parakkasi, 1999) atau konsentrat 85% dan hijauan 15% (Sumadi et al., 1991; Ngadiyono, 1995).

Tabel 1. Tatacara Pemberian Pakan Sapi Potong

Waktu Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan

06.30

08.00

09.00

11.00

14.00

15.00

16.00

21.00

Membersihkan tempat pakan dan minum

Memberikan konsentrat dan dedak

Memberikan hijauan

Memberikan air minum

Memberikan konsentrat dan dedak

Memberkan hijauan

Memberikan air minum

Memberikan hijauan

Sumber : Fikar dan Ruhyadi, 2010.

Hijauan

Hijauan adalah semua bahan pakan yang berasal dari tanaman ataupun tumbuhan berupa daun-daunan (Sugeng, 1998). Rasio pemberian hijauan dan konsentrat tergantung dari ketersediaan hijauan di lokasi penggemukan     (Abidin, 2008).

Konsentrat

Konsentrat merupakan pakan yang mengandung serat kasar kurang dari 18%. Konsentrat berasal dari biji-bijian, umbi-umbian, serta limbah peternakan dan industri (Darmono, 1999). Fungsi dari konsentrat adalah meningkatkan dan memperkaya nutrisi bahan pakan lain yang nilai nutrisinya lebih rendah (Sugeng, 1998).

Manajemen Pemeliharaan

Parakkasi (1999) menyatakan bahwa sistem pemeliharaan ternak sapi dibagi menjadi tiga, yaitu intensif, ekstensif dan mixed farming system. Pemeliharaan ternak secara intensif adalah sistem pemeliharaan ternak sapi dengan acra dikandangkan secara terus-menerus dengan sistem pemberian pakan secara cut and carry. Pemeliharaan secara ekstensif adalah pemeliharaan ternak di padang penggembalaan.Sapi perlu dimandikan secara rutin untuk menjaga kebersihan tubuh dan mencegah muculnya sarang penyakit pada tubuh sapi. Pembersihan kandang dilakukan setiap hari agar kandang selalu bersih, mencegah timbulnya penyakit, dan memberikan kenyamanan bagi sapi (Ngadiyono, 2007). 

Perkandangan

Kandang berfungsi sebagai tempat berlindung sapi dari gangguan cuaca, tempat sapi beristirahat, dan mempermudah dalam pelaksanaan pemeliharaan sapi tersebut (Abidin, 2008). Tipe kandang berdasarkan bentuknya ada dua, yaitu kandang tunggal dan kandang ganda. Kandang tunggal terdiri atas satu baris kandang yang dilengkapi dengan lorong jalan dan selokan atau parit. Kandang ganda ada dua macam yaitu sapi saling berhadapan (head to head) dan saling bertolak-belakang (tail to tail) yang dilengkapi dengan lorong untuk memudahkan pemberian pakan dan pengontrolan ternak (Ngadiyono, 2007).

Sanitasi dan Pencegahan Penyakit

Pencegahan merupakan tindakan untuk melawan berbagai penyakit. Usaha pencegahan ini meliputi karantina atau isolasi ternak, vaksinasi, deworming, serta pengupayaan peternakan yang higienis (Sudarmono dan Sugeng, 2008). Sapi-sapi bakalan yang akan digemukkan atau yang baru dibeli di pasar hewan, perlu dimasukkan ke dalam kandang karantina yang letaknya terpisah dari kandang penggemukan. Pemberian vaksin biasanya dilakukan pada saat sapi bakalan berada di kandang karantina. Pemberian vaksin cukup dilakukan sekali untuk setiap ekor karena sapi hanya dipelihara dalam waktu yang singkat, yaitu sekitar 3-4 bulan (Abidin, 2008).

Pemanenan dan Pemasaran

Sapi hasil penggemukan biasanya dijual setelah penggemukan selama 4 – 6 bulan dengan bobot jual 584 – 600 kg. Sebelum memasarkan sapi perlu dilakukan penimbangan sapi, penentuan harga jual, menentukan pasar tujuan, jalur pemasaran, alat angkut dan strategi pemasaran (Fikar dan Ruhyadi, 2010).

 

METODE PELAKSANAAN 

Waktu Pelaksanaan

       Praktek Kerja Lapangan (PKL) tentang Manajemen Produksi Sapi Peranakan Ongole di PT Prisma Mahesa Unggul akan dilaksanakan selama satu bulan, yaitu pada bulan Februari sampai Maret 2013 di PT Prisma Mahesa Unggul, Bogor.

Materi

Materi yang digunakan dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan adalah sapi Peranakan Ongole di PT Prisma Mahesa Unggul, Bogor, Jawa Barat. Populasi sapi Peranakan Ongole sebanyak kurang lebih 216 ekor. Sampel yang akan digunakan sebanyak 10 ekor sapi. Sapi yang diamati sebanyak 10 ekor sapi Peranakan Ongole dengan kelamin jantan dan umur yang relatif seragam.

Alat yang digunakan adalah timbangan untuk menimbang bobot badan dan untuk menimbang pakan yang akan diberikan yang telah disesuaikan dengan kebutuhanya. Hygrometer yang digunakan untuk mengukur suhu serta kelembaban.

Metode

Metode yang digunakan adalah praktek kerja dengan cara partisipasi aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan pekerja di PT Prisma Mahesa Unggul, Bogor. Pengambilan data primer dilakukan dengan pengamatan langsung di lokasi peternakan dan dengan wawancara langsung dengan manager dan pekerja berdasarkan kuisioner yang telah dibuat. Pengambilan data sekunder diperoleh dari catatan perusahaan, untuk monografi lokasi dan peta wilayah dapat diperoleh dari instansi terkait.

Data primer yang dikumpulkan antara lain: jenis pakan yang diberikan, frekuensi pemberian pakan, jumlah pakan yang diberikan serta pertambahan bobot badan sapi selama pengamatan, serta pelaksanaan pencegahan penyakit, pemilihan bakalan (jenis, asal, umur, harga), kebutuhan pakan (jenis pakan dan komposisi, asal pakan, pola pemberian pakan, kebutuhan pakan per hari), sanitasi dan pencegahan penyakit (penangan limbah, dan program vaksinasi).

Data sekunder antara lain: keadaan umum peternakan dan kondisi lingkungan peternakan. Selanjutnya data hasil praktek kerja lapangan diolah secara deskriptif.

JADWAL KEGIATAN

Kegiatan

Desember

Januari

Februari

Maret

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

Persiapan

                               

Pelaksanaan

                               

Pengolahan data

                               

Penyusunan laporan

                               

 

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. 2008. Penggemukan Sapi Potong. AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Amini, R. 1998. Pengaruh penggunaan jerami padi fermentasi terhadap performan ternak sapi Peranakan Ongole. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Jambi, Jambi.

Aziz, M. A. 1993. Agroindustri Sapi Potong. Cetakan V. BPFE, Yogyakarta.

Blakely, J dan D. H. Bade. 1994. Ilmu Peternakan. Edisi ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. (Diterjemahkan oleh B. Srigandono)

Darmono. 1999. Tata Laksana Usaha Sapi Kereman. Kanisius, Yogyakarta.

Fikar, S., dan D. Ruhyadi. 2010. Buku Pintar Beternak dan Bisnis Sapi Potong. PT AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliaan Ternak di Lapangan. Penerbit PT Grasindo, Jakarta.

Murtidjo, B. A. 1990. Sapi Potong. Kanisius, Jakarta.

Ngadiyono, N. 2007. Beternak Sapi. PT Citra Aji Pratama, Yogyakarta.

Ngadiyono, N. 1995. Pertumbuhan dan sifat-sifat karkas sapi Brahman Cross yang dipelihara pada penggemukan berbagai bobot potong. Media. Edisi Khusus.

Parakassi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Rianto, E., dan E. Purbowati. 2011. Panduan Lengkap Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.

Siregar, S. B. 2008. Penggemukan Sapi. Penebar Swadaya, Jakarta

Sudarmono, A. S., dan Y. B. Sugeng. 2008. Sapi Potong. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sumadi, N. Ngadiyono dan Soeprano. 1991. Penampilan produksi sapi Fries Holland, Sumba Ongole dan Brahman Cross yang dipelihara secara feedlot. Prosceeding Seminar Pengembangan Peternakan dalam Menunjang Pembangunan Ekonomi Nasional, Purwokerto 4 Mei 1991. Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto.

Sugeng, Y. B. 1998. Beternak Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.

Williamson, G., dan W. J. A. Payne. 1993. Pengantar Peternakan Daerah Tropis. Terjemahan S. G. N. Dwija Darmadja. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

 

DAFTAR KUISIONER 

  1. A.                KEADAAN UMUM

 

  1. 1.                  Kondisi Sosial Ekonomi Peternakan
  2. Nama perusahaan                                :
  3. Alamat peternakan                              :
  4. Latar belakang pendirian usaha          :
  5. Jenis usaha                                          :
  6. Luas areal peternakan                         :
  7. Luas bangunan                                    :
  8. Sistem pemeliharaan                           :
  9. Populasi                                               :
  10. Jumlah tenaga kerja                             :
  11. Pemasaran                                           :
  12. Hasil samping usaha                            :
  13. Pengaruh keberadaan peternakan bagi masyarakat sekitar :
  1. 2.                  Keadaan Umum
  2. Denah lokasi                                       :
  3. Tata letak/layout                                 :
  4. Curah hujan                                         :
  5. Suhu lingkungan                                 :
  6. Kelembaban                                        :
  7. Ketinggian                                          :
  8. Tekstur tanah                                      :
  1. B.                 KEADAAN USAHA PETERNAKAN
  2. 1.                  Keadaan Usaha Peternakan
  3. Luas kandang                                      :
  4. Jumlah ternak                                      :
  5. Jenis ternak                                         :
  6. Bangsa ternak                                     :
  7. PBBH ternak                                      :
  1. 2.                  Pengadaan Bakalan
  2. Jenis                                        :
  3. Asal                                         :
  4. Umur pembelian                      :
  5. Umur penjualan                       :
  6. Bobot pembelian                     :
  7. Bobot penjualan                      :
  1. 3.                  Pengadaan Pakan
  2. Jenis pakan dan komposisi      :
  3. Asal pakan                              :
  4. Kandungan PK dan EM         :
  5. Pola penyajian pakan              :
  6. Metode yang digunakan untuk menyusun ransum :
  7. Kebutuhan pakan/hari             :
  8. Pakan tambahan                      :
  9. Kebutuhan minum/hari           :
  10. Vitamin yang diberikan          :
  1. 4.                  Sanitasi dan Kesehatan
  2. Program penanganan limbah   :
  3. Jenis limbah                             :
  4. Program vaksinasi                   :
  5. Vaksin yang diberikan            :
  1. 5.                  Perkandangan
  2. Jumlah kandang                      :
  3. Tipe kandang                          :
  4. Lantai kandang                       :
  5. Dinding kandang                    :
  6. Atap kandang                         :
  7. Ukuran kandang                     :
  8. Kapasitas kandang                  :
  9. Bahan kandang                       :
  10. Jenis kandang                          :
  11. Peralatan kandang                   :
  12. Bangunan kandang                 :
  1. 6.                  Kontinyuitas Produksi
  2. Kriteria Penjualan
    1. Bobot badan sapi yang dijual       :
    2. Penjualan ternak dalam jumlah besar sekaligus atau tidak :
    3. Penjualan tergantung permintaan atau tidak :
  1. Kriteria Pembelian/Penyediaan Bakalan
    1. Pembelian bakalan umur               :
    2. Harga bakalan                               :
    3. Bobot awal bakalan                      :

-

Gempuran sine cinta-cintaan anak SMA memang tak bisa dipungkiri lagi. Tapi di umur saya yang telah menginjak 21 tahun ini saya lebih suka menonton Bobo Ho and friends, Spongebob, Ooglies, Larva dan film atau sine sederhana lainnya.
Suka sine cinta Thailand ? Iya, lucu . Suka drama Korea ? Iya, buat cuci mata . Tapi tak begitu memilih sine TV Indonesia bila ada tayangan yang lainnya .

Ah ! saya lebih suka menonton Unyil, Si Bolang atau Dubi . Tahu kan ?
Edukatif !

Cerbol, JIHA !

berikut sekelumit potret penyimpan kenangan yang nanti akan indah pada waktunya :’)

Foto 0179
semester 1: malam keakraban angkatan 2010. diprakarsai oleh: Zulkifli

Photo 0272
semester 2: habis pengarahan praktikum ITP yang “jelas sekali”

bpfr
semester 3: kelakuan gila akibat analisis proksimat

Photo 1369
semester 4: katakan saja, “kita gila akan MTPK”

Photo 1144
semester entahlah: menggila panen jambu bersama @loveta_pihaphita

kumpulan staff ahli 2012
semester 5: tampang manis kita setelah LPJ BEM tahun kepengurusan 2012 :*

banana
perlihan semester: PKL ke Anyer #eh

aiis2
semester 7: ultah kak Ais

itu dulu ye, soalnya kalo nambah bayar lagi haha {}

Persyaratan Beasiswa

hola readers !
beasiswa bukan hanya buat yang kurang mampu hlo, jangan salah. buat kalian yang “cukup” dalam hal finansial namun berprestasi juga diberi kesempatan buat mendapatkan “tambahan pendukung” potensi akademik kalian.
awal tahun seperti ini pastilah di masing-masing fakultas sudah mulai ada pembukaan penerimaan beasiswa, baik dari pemerintah maupun yang swasta. berikut saya share persyaratan beasiswa (khususnya PPA/BBM di FPP Undip):

1. Formulir Pengajuan Beasiswa (disesuaikan dengan format terbaru)
2. Fc KHS (Kartu Hasil Studi) semester terakhir (dilegalisir oleh PD I)
syarat IPK: min. 2,75 untuk beasiswa BBM; 3,00 untuk beasiswa PPA
3. Fc KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)
4. Fc KK (Kartu Keluarga)
5. Fc Rekening Bank an ybs (Rekening Bank yang dimaksud disesuaikan dengan penyedia beasiswa)
6. SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari Kecamatan ybs (khusus untuk beasiswa BBM)
7. Fc Rekening Listrik bulan terakhir
8. Fc Rekening PDAM bulan terakhir
9. Fc Slip Gaji orang tua
10. Foto 3 x 4 (kurang lebih 4 lembar)
11. Karya Tulis Ilmiah (syarat khusus untuk mahasiswa FPP Undip :))

persyaratan diatas tidak mutlak ya, tapi dipersiapkan saja. persyaratan tiap-tiap beasiswa biasanya berbeda. biasanya, berkas dirangkap 2 atau 3 dengan penggunaan map sesuai dengan beasiswa yang akan diajukan. dateline masing-masing jenis beasiswa pun berbeda. ingat, persyaratan yang diajukan harus benar adanya, jangan sampai menimbulkan kecurigaan. pihak pemberi beasiswa berhak mencabut beasiswa bila terbukti ada yang dipalsukan.

buat yang bener-bener membutuhkan, harap rajin-rajin mengecek pembukaan penerimaan beasiswa di masing-masing Bagian Kemahasiswaan atau Kesejahteraan Mahasiswa masing-masing fakultas. atau bisa juga update info melalui lembaga kemahasiswaan yang terkait, misalnya BEM.

berikut format formulir yang saya gunakan tahun lalu—> http://search.4shared.com/postDownload/iueObaI_ba/form_beasiswa_FPPUndip.html

semoga bermanfaat :)

cuckoos

The Cuckoo’s Calling, novel kriminal pertama yang saya baca dengan keseriusan hati. hanya dengan Rp 79.000,00 di Toko Buku Toga Mas, dapet bonus sampul gratis hahaa (mempromosikan, beginilah kebiasaan saya). rekomendasi toko buku dari dari saudara Hastin Midyo.

Galbraith aka J.K. Rolling menerjemahkan bergitu apik setting tempat dan pelaku cerita kriminal ini. ceritanya mampu mempengaruhi saya untuk menuduh pelaku yang terbukti tidak bersalah.
Saya menyelesaikan membaca buku ini dalam 4 hari. Memang cukup tebal, tapi RECOMMENDED :)

menuju ke-afkir-an

(IV)

kumpulan staff ahli 2012

tada ! semester empat !
mulai mendapatkan kemudahan akses internet karena mendapat uluran tangan dari rakyat-rakyat yang peduli dengan kesejahteraan umatnya #etdaaaah (re: beasiswa)

dulu saya tertohok dengan pertanyaan dari kakak angkatan 2007, Gazza El Aqsha yang sekarang pacar dari teman karib saya Hida Lailli Mutiara Rini (rak nyambung).
*setting tempat: Warmob pas masih diatas; figuran: Triyatmo (2007) lsp; gambaran percakapan*

“Kamu BEM bagian mananya dk?”
“PSDM mas”
“PSDM ngurusi opo tho dk?”
“mahasiswa lah mas, PSDM: Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa. ngurusi new kids on the block mas”
“Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, mosok sing dikembangke ngur mahasiswa barune. mahasiswa lamane dinengke thok”
………………… *speechless atau lebih tepatnya tidak punya jawaban akan pertanyaan itu*

semester empat, formasi baru, pemimpin baru. maaf maaf kata nih, saya kurang sreg dengan kepengurusan BEM tahun 2012. saya perempuan, kaBEM perempuan, kadep perempuan. entah kenapa dengan perempuan-perempuan ini, mungkin terlalu kuat kepribadiannya hingga nampak seperti gladiator dalam pertarungan sengit pemahaman. kepala departemen baru saya, yang saya kagumi sosoknya ternyata tak seindah covernya. saya bagaikan anak pertama yang harus menahkodai pesiar rumah tangga yang berisikan 3 anak yang masih polos. yap ! tiga eksekutif muda yang tentu saja saya tidak mau memutus semangat mereka untuk berorganisasi, terlebih lagi pabila kecewa gara-gara kepengurusan PSDM kali itu. sebut saja tiga onggok manusia itu: Bakhtiar Ali Wardhana, Zia Zanitittah Pawana dan Maharullah Sani.

yap ! dari pertengahan hingga akhir kepengurusan kami berempat bertahan hidup dengan asupan nutrisi seadanya. tidak banyak yang kami peroleh pada kepengurusan kali itu, tapi kami belajar melaksanakan program PMB baru: PEKAT DIPA. program tsb untuk menumbuhkan rasa keDIPONEGOROan dalam darah mahasiswa Undip, terlebih mahasiswa baru. kasihan ya, mahasiswa lama serasa tidak diurus.

UPGRADING MABA 2012 kami persiapkan dan kami laksanakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, 1 minggu. event tersebut seharusnya dilaksanakan dengan nama LKMM Tingkat Pra Dasar, namun karena adanya PEKAT DIPA alhasil diperuncing dengan title yang lain.
Kegiatan pasca PMB: Pemeliharaan Ayam Broiler. dilema: adanya teman-teman baru Teknologi Pagan.
mereka memang minoritaskan, tapi bukannya me-minoritaskan mereka tapi memang kegiatan pasca ini tidak sejalan dengan prodi mereka. tapi yasudahlah jalankan saja dulu, toh besok kalau sarjana pun mereka bukan hanya sarjana pertanian, tapi sarjana peternakan dan pertanian. ya toh ? toh ya ?

kenyataan di tahun 2012 membuat saya ragu melangkah ditahun berikutnya, iya itu benar.
……….

menuju ke-afkir-an

(III)

saya butuh PSDM karena PSDM bagian dari saya, dan saya BANGGA !

rapor semester satu cukup memuaskan, saya dengan sombongnya mengambil 24 SKS. dan jackpot, rapor saya anjlok. sampai detik inipun saya masih menyalahkan mata kuliah EPP, entah mengapa masih sakit rasanya.
di semester tiga: dengan pertimbangan nilai yang turun; tugas PMB yang akan berat 6 bulan ke depan dan rutinitas 7 praktikum dari 8 mata kuliah yang diambil (kalau tidak salah) saya hanya mengambil SKS standar, 22 (kalau tidak salah juga).
……..
hari-hari tenang untuk berlibur saya isi dengan hiruk pikuk ruang rapat bersama pimpinan fakultas yang baru saja dilantik. rada ngeri rasanya kalau ada kakak angkatan yang memperingatkan, “hati-hati hlo dek, pak PD III nya galak”. dan tetot, ternyata biasa-biasa saja bagi saya. rapat-rapat-rapat tapi badan ini tetap tidak rapat *rak nyambung*.
salah rasanya mencantumkan nomor hp saya di CP PMB waktu itu, teror-teror sms dengan pertanyaan yang sama pun mewarnai hp saya. dan percaya atau tidak, sampai-sampai menyiapkan template sms dengan beragam jawaban. tak hanya sms, saya pun bak customer service yang melayani telepon 24 jam. tiga mahasiswa baru yang pertanyaan dan sosoknya masih saya ingat hingga hari ini:
1. Ariawan Agung (atau siapalah itu namanya)
“mbak harus plontos ya kepalanya? kalo potong rambut, terlebih plontos saya harus ruwatan dulu e mbak”. jawabku: pret ah, lebay (mbatin tok tapi).
2. Bakhtiar Ali Wardhana
“mbak, ini cocardnya gimana sih? kalau font nya segitu ya enggak muat.” jawabku: temui saya besok di PKM Universitas.
3. Ghony Alama Putra
saya lupa dia mengucapkan kata-kata apa saja, yang jelas dia menelepon saya berulang kali.
…..
Yak ! Bulan Konsolidasi !
Bulan sih katanya, terdengar seperti kegiatan satu bulan saja. tapi nyatanya, berbulan-bulan. dua sosok mahasiswa yang paling mengingatkan saya akan bulan ini adalah;
1. Irfan (entah siapa nama lengkapnya)
sosok mahasiswa yang belum saya temui face2face hingga detik ini. SANGAT MENYEBALKAN. satu-satunya mahasiswa yang mampu membuat air mata saya mengalir. lelah meladeni komentarnya di grup facebook MABA saat itu. sampai-sampai mbak Icha dan Pak Bambang Sulis memberi saya nasehat: “sudah biarkan saja, namanya mahasiswa ya harus mau diberi tugas ini itu. kalau tidak mau ya nggak usah kuliah.”
2. Prasetyo Utomo
anak bimbing saya. sosok mahasiswa dengan keinginan menggebu-gebu tentang voli, band dan BEM. pernah saya minta belikan jenang Kudus, dia belikan. dan dia sangat kecewa saat belum diterima menjadi anggota BEM, satu alasan yang mebuat dia kecewa (kalau anda mau tahu, sms saya saja hahaa).
……
hasil semester tiga: tada ! IP saya naik drastis, iya drastis. kira-kira naik 0,5 !
heran, padahal saya sangat maksimal dalam menggunakan hak saya untuk membolos kuliah; kesibukan menghantui dan sering terlambat mengerjakan tugas. terimakasih semua pihak yang telah membantu saya :****

potret kami waktu itu:

kumpulan staff ahli 2012